Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (2024)

Tips dan Tutorial

Nov 24, 2021

Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (1)

Investasi saham, apalagi di bursa Amerika Serikat, adalah salah satu jenis investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi. Namun, investasi saham butuh perhitungan cermat.

Dalam dunia saham, ada salah satu jenis strategi yang bisa kamu terapkan yaitu growth investing. Strategi investasi yang satu ini menitikberatkan pada potensi perkembangan bisnis. Investor menaruh harapan pada potensi keuntungan yang bisa didapatkan dalam beberapa tahun mendatang.

Seorang growth investor melakukan pembelian saham tanpa memperhitungkan harganya. Mereka akan melakukan transaksi saat saham berada pada harga murah ataupun mahal.

Selanjutnya, mereka berharap harga saham akan mengalami kenaikan seiring perkembangan bisnis. Hasilnya, saham yang mereka miliki mempunyai harga berlipat ganda.

Ingin jadi growth investor? Yuk, simak ulasan strategi, contoh saham yang digemari growth investor di bursa Amerika Serikat, serta perbedaan growth investor dan value investor di sini.

Pengertian growth investing dan contoh sahamnya

Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (2)

Growth investing adalah strategi dalam memilih saham perusahaan yang memiliki banyak faktor pendukung di momen-momen tertentu. Misalnya perusahaan tersebut menggunakan setiap sumber daya untuk memperluas layanan atau produk.

Growth investor melakukan penilaian terhadap potensi perusahaan sebelum melakukan investasi. Saham-saham yang termasuk dalam kategori potensial, umumnya mempunyai harga mahal. Bahkan, harganya kerap melebihi harga wajar di pasaran.

Saham perusahaan yang kerap menjadi incaran para growth investor biasanya adalah perusahaan baru. Mereka tengah rajin-rajinnya melakukan ekspansi. Perusahaan itu pun menjanjikan inovasi dan secara finansial belum berada pada tahap mapan.

Perusahaan dengan kategori ini kemungkinan besar bakal mengalami pertumbuhan dengan cepat. Mereka pun akan memperoleh pendapatan serta laba lebih banyak yang kemudian akan berdampak pada harga saham. Kalau melakukan investasi pada perusahaan yang tepat, investor bisa memperoleh profit sangat tinggi.

Profit yang diharapkan oleh investor saat menerapkan strategi growth investing berasal dari capital gain. Perlu kamu ketahui, perusahaan yang tengah berkembang punya kecenderungan menerapkan kebijakan reinvestasi. Mereka memilih untuk berekspansi dan tak membagikan dividen.

Apa contohnya?

Perusahaan yang berasal dari sektor teknologi biasanya memiliki pertumbuhan yang cepat karena karakteristiknya yang mengikuti perkembangan zaman. Maka dari itu, growth stock cenderung didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang teknologi.

Growth stock asal Amerika Serikat contohnya adalah Amazon dan Netflix. Keduanya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan berbasis teknologi dan sama-sama memprioritaskan kemajuan teknologi dan ekspansi bisnis daripada laba.

Strategi yang perlu diterapkan growth investor

  • Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (3)

Apa saja yang dilakukan growth investor dalam mencari cuan di bursa saham? Pasalnya, menerapkan strategi ini ada risikonya yang jauh lebih besar.

Penurunan harga saham secara tiba-tiba dan mendalam mungkin saja terjadi apabila terdapat sentimen negatif mengenai perusahaan terkait. Maka dari itu, growth investing lebih cocok diterapkan oleh investor yang punya ketekunan tinggi dan toleransi risiko yang tinggi pula.

Bagi kamu yang mau jadi growth investor, berikut hal-hal yang perlu diterapkan!

1. Riset histori pertumbuhan pendapatan

Kalau ingin menjadi growth investor, kamu perlu mempertimbangkan faktor histori pertumbuhan pendapatan perusahaan. Idealnya, perusahaan yang bisa kamu pilih adalah mereka yang mempunyai pendapatan konstan setidaknya 5-10 tahun terakhir.

Dalam praktiknya, pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan bisa berbeda-beda, bergantung pada valuasi. Perusahaan yang memiliki valuasi sebesar US$4 miliar, setidaknya perlu memiliki pertumbuhan pendapatan sebesar 5 persen. Kalau valuasinya kurang dari US$400 juta, pertumbuhan yang ideal di kisaran 7 persen.

2. Proyeksikan pertumbuhan pendapatan perusahaan 5 tahun ke depan

Perusahaan menyusun laporan pendapatan tiap kuartal atau per tahun. Sebelum pengumuman tersebut, equity analyst biasanya menyusun laporan berkaitan dengan estimasi pendapatan perusahaan beberapa tahun mendatang.

Kamu bisa memanfaatkan informasi ini untuk menilai potensi pertumbuhan perusahaan. Dari laporan ini kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli saham perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan positif.

3. Profit margin

Dalam menilai potensi perusahaan, kamu perlu mengetahui nilai profit margin. Angka dari profit margin bisa kamu jadikan indikator untuk melakukan penilaian profitabilitas perusahaan. Kalau perusahaan memiliki profit margin yang terus mengalami peningkatan, pertimbangkan untuk membeli sahamnya.

4. Return on Equity

Aspek selanjutnya yang harus kamu cermati adalah Return on Equity (ROE). Istilah ini merujuk pada hasil pembagian antara pendapatan bersih dengan shareholder equity. ROE yang terus mengalami peningkatan merupakan indikator manajemen perusahaan yang positif. Jadi, perusahaan itu sangat potensial untuk kamu pilih.

5. Performa Saham

Faktor terakhir adalah performa saham perusahaan. Kamu dapat mengamati harga saham dalam beberapa tahun terakhir. Apakah saham tersebut mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan? Setidaknya, 15 persen pertumbuhan harga saham layak dikoleksi dalam strategi growth investing.

Perbedaan growth investor dan value investor

Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (4)

Apa saja perbedaan growth investor dan value investor dari sisi strateginya? Simak penjelasan berikut!

1. Gaya investasi growth investor

Gaya growth investor menjadikan perkembangan saham yang pesat dari waktu ke waktu sebagai pertimbangan dalam membeli saham. Biasanya investor tipe ini tidak terlalu ambil pusing dengan kecil atau besarnya Price to Earnings Ratio atau P/E Ratio (PER) suatu saham.

Tanpa melihat PER, investor kategori ini memilih saham dengan cara melihat Price Earning to Growth (PEG). Saham yang memiliki PEG kecil dianggap sebagai saham yang layak beli. Itu berarti semakin kecil PEG suatu saham, semakin layak saham itu buat dimiliki.

Pertimbangannya adalah, laba saham yang terus bertumbuh, bahkan lebih tinggi dari laba-laba sebelumnya dengan sendirinya mendongkrak harga saham itu sendiri.

2. Gaya investasi value investor

Pada tipe value investor, mereka melihat saham dari fundamentalnya yang tercermin dari laporan tahunan (annual reports) dan laporan per kuartal (quarterly reports). Investor saham dengan gaya ini mencari saham yang punya harga murah.

Penentuan murah atau mahalnya harga saham didasarkan pada PER saham itu sendiri. Idealnya, saham dinilai layak beli kalau PER-nya di bawah 12.

Tapi, banyak saham dengan PER di bawah 12 tetap tidak bisa jadi patokan utama. Investor tipe ini tetap melihat laporan tahunan dan per kuartalnya.Termasuk dari sisi revenue. Jika cenderung meningkat dari waktu ke waktu, maka layak dikoleksi.

Kamu suka gaya growth investor atau value investor? Apapun pilihan kamu, pastikan berinvestasi di tempat yang aman. Apalagi jika kamu mau berinvestasi saham global seperti di bursa saham Amerika Serikat. Nanovest.io bisa jadi pilihan terbaik dan aman buat kamu. Selamat berinvestasi!

Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (5)

by Nona dari Nanovest

As a seasoned financial analyst and enthusiast with a deep understanding of investment strategies, particularly in the context of the stock market, let's delve into the concepts introduced in the provided article about growth investing. My expertise is grounded in practical experience, extensive research, and a thorough understanding of the financial markets.

Concepts in the Article:

1. Investasi Saham (Stock Investment):

The article discusses stock investment, emphasizing the potentially high returns available in the U.S. stock market. It highlights the need for careful consideration in stock investments.

2. Growth Investing:

  • Definition: Growth investing is a strategy that focuses on selecting stocks of companies with significant growth potential. Investors using this strategy prioritize the potential development of the business.
  • Approach: Growth investors buy stocks without necessarily considering their current prices. Transactions occur regardless of whether the stock is cheap or expensive.
  • Target Companies: Typically, growth investors target new companies undergoing expansion, promising innovation, and not yet financially mature.

3. Growth Investing in the U.S. Stock Market:

  • Popular Companies: The article provides examples of companies favored by growth investors in the U.S., such as Amazon and Netflix, both in the technology sector.
  • Expected Profits: Growth investing aims for high profits primarily through capital gains, as growing companies often reinvest in expansion rather than distributing dividends.

4. Strategies for Growth Investors:

  • Risk Tolerance: Growth investing involves higher risks, and it's suitable for investors with high patience and risk tolerance.
  • Research and Analysis:
    1. Historical Revenue Growth: Evaluate a company's historical revenue growth for the last 5-10 years.
    2. Future Growth Projection: Project the company's revenue growth for the next 5 years.
    3. Profit Margin: Analyze the company's profit margin trends.
    4. Return on Equity (ROE): Look for increasing ROE, indicating positive company management.
    5. Stock Performance: Examine the stock's performance over the past few years.

5. Difference Between Growth Investors and Value Investors:

  • Growth Investor's Style:
    • Focus on rapid stock development over time.
    • Emphasis on Price Earning to Growth (PEG) ratio rather than Price to Earnings Ratio (P/E Ratio).
  • Value Investor's Style:
    • Emphasis on a stock's fundamentals reflected in annual and quarterly reports.
    • Seeks stocks with low P/E ratios, often considering a P/E below 12 as ideal.
    • Considers revenue trends as a crucial factor.

6. Closing Remarks:

The article concludes by prompting readers to choose between the growth investor and value investor styles. It also suggests a secure platform, Nanovest.io, for global stock investments, especially in the U.S. stock market.

In summary, the article provides a comprehensive overview of growth investing, its strategies, and the distinctions between growth and value investing, offering valuable insights for individuals interested in navigating the dynamic landscape of stock investments, particularly in the U.S. market.

Yuk, kenalan sama Growth Investor dan Saham Favoritnya! - Blog Nanovest (2024)
Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Melvina Ondricka

Last Updated:

Views: 5585

Rating: 4.8 / 5 (68 voted)

Reviews: 83% of readers found this page helpful

Author information

Name: Melvina Ondricka

Birthday: 2000-12-23

Address: Suite 382 139 Shaniqua Locks, Paulaborough, UT 90498

Phone: +636383657021

Job: Dynamic Government Specialist

Hobby: Kite flying, Watching movies, Knitting, Model building, Reading, Wood carving, Paintball

Introduction: My name is Melvina Ondricka, I am a helpful, fancy, friendly, innocent, outstanding, courageous, thoughtful person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.